Sabtu, 19 September 2009
Rabu, 16 September 2009
Filosofi Almamater
Dan carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah Telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.(Al Qoshos: 77)
Ayat al-Quran di atas merupakan landasan filosofi PonPes La Tansa yang didirikan oleh KH. Ahmad Rifa’I Arief (alm.). Nama La Tansa yang di ambil dari ayat tersebut yang artinya “jangan lupa” memiliki pesan yang amat penting. Sesungguhnya Allah telah memberikan kita anugerahnya yang berupa kebahagiaan dunia akhirat bagi siapa saja yang mau beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Di samping kebahagiaan dunia akhirat yang telah disediakan, Allah SWT juga berpesan untuk tidak melupakan bagian kita kepada kebahagiaan/kenikmatan dunia.
Akan tetapi, haruslah kita sadari apa yang dimaksudkan dengan kenikmatan dunia? bukan berarti semua kenikmatan yang kita rasakan di dunia merupakan kenikmatan dunia yang harus di cari oleh kita, akan tetapi tentusaja kenikmatan dunia yang di ridhoi-Nya.
Maka sungguh sangat keliru jika ada orang yang mengatakan “biarin aja sengsara di dunia, yang penting bisa senang di akhirat!” dari ayat di atas sangatlah jelas bahwa Allah telah menganugerahkan kenikmatan dunia akhirat dan kita tidak boleh lupa dengan bagian kita kenikmatan di dunia. toh belum tentu sengsaranya kita di dunia bisa menyebabkan kebahagiaan kita di akhirat, dan belum tentu juga kebahagiaan kita di dunia bisa menyebabkan kita bahagia di akhirat. Tapi berusahalah kita supaya bisa mendapakan kenikmatan di dunia dan akhirat !!
(tulisan ini dibuat untuk mengenang almamater dan menyampaikan pengetahuan) “balighu ‘anni walau ayah”
Renungkanlah...!!!
Setiap kegagalan itu pelajaran yang memotivasi orang untuk mencoba pendekatan baru yang belum pernah di coba sebelumnya. Ingatlah…! Kepuasan terletak pada usaha bukan pada hasil, dan usaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki, karena ukuran sukses bukan sekedar tergantung pada prestasi yang telah dicapai, tetapi juga tergantung pada berapa besar tahap kesukaran telah diatasi dalam mencapai kesuksesan.
Terkadang orang tidak selamanya harus belajar dari kesuksesan tapi juga belajar dari kegagalan, karena dalam kegagalan terdapat nilai-nilai dan hikmah jika orang itu pandai mengambilnya.
Kegagalan sering bertutur kepada kita, pahami jika tidak benar! Kita tidak akan membuat kesalahan yang sama berulang kali tanpa mendapat faedah dari pelajaran yang ia ajarkan. Jika tidak benar, kita akan meperhatikan dengan lebih teliti kesalahan yang telah dibuat orang lain dan mendapat faedahnya.
Maka jangan pernah takut jika suatu saat kita gagal, sebab kegagalan dari satu sisi merupakan jalan besar menuju kejayaan. Seperti setiap penemuan sesuatu yang membuat kita mencari dengan tekun apa yang benar. Dan setiap pengalaman baru menunjukkan kesalahan yang harus kita hindari.